Lagi, CV. SM Kerjakan Pengaspalan Diduga Asal Jadi -->
<

 

Lagi, CV. SM Kerjakan Pengaspalan Diduga Asal Jadi

Selasa, 23 November

Proyek Pengaspalan oleh CV. Sifa Mandiri, di Ruas Jalan Wahana Bakti, Tambun Selatan - Kabupaten Bekasi.

Kab Bekasi, SUARA TOPAN - Lagi- lagi, proyek pengaspalan jalan lingkungan yang diselenggarakan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi oleh rekanan CV. Sifa Mandiri, kembali menuai pertanyaan.

Pasalnya, pekerjaan pengaspalan yang baru selesai dikerjakan beberapa hari lalu itu, telah mengalami kerusakan yang diduga akibat tipisnya gelaran aspal/hotmix di ruas jalan Wahana Bakti, Tambun Selatan.

Dikatakan Dede Chairul selaku PPTK proyek bernomor SPP: 602.1/699/PL/SPP/PJL - DSDABMBK - 2021 dan berjudul Pengaspalan Ruas Jalan Wahana Bakti oleh CV. Sifa Mandiri, pihaknya akan segera kroscek informasi kerusakan aspal tersebut.

"Kita akan segera kroscek ke lapangan, dan harus dirapihkan dulu sebelum dilakukan PHO. Saya tidak mau terima hasil dengan kondisi seperti ini, dan sudah dikomunikasikan ke Konsultan, Pengawas dan Kontraktornya agar dirapihkan (tambal- red)," ungkap Dede kepada suaratopan.com saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (22/11/2021).

Diberitakan beberapa Media sebelumnya, CV. Sifa Mandiri tersebut, melakukan pekerjaan yang diduga tidak sesuai Spesifikasi di pengaspalan jalan Manunggal Desa Setia Mekar, Tambun Selatan. Sehingga Yanto Purnomo ketua Kumunitas Peduli Bekasi (KPB) menduga kontraktor CV. Sifa Mandiri, telah menjadikan ajang manfaat untuk meraup keuntungan yang besar tanpa memikirkan kualitas pekerjaan.

"Kami duga pekerjaan pengaspalan di Jalan Manunggal Desa Setia Mekar Tambun Selatan ini, karena kami juga merasa aneh, pernyataan dari pihak lapangan dalam pengiriman aspalnya hanya 4 mobil," kata Yanto Ketua Kumunitas Peduli Bekasi (KPB).

Di ungkapkannya, kalau dihitung secara analisa, seharusnya dengan total panjang 352m x lebar 3,5m x tebal 3cm x rumus aspal dibagi 1 mobil truk (10,5 ton) harusnya volume keseluruhan tonasenya dikalkulasikan total 85,008 ton, artinya pengiriman kurang lebih 8 mobil/truk dengan muatan per mobil 10,5 ton," beber Yanto.

"Untuk itu, kami meminta kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi, agar melakukan pengecekan atas kegiatan yang dikerjakan CV. Sifa Mandiri ini, karena kami menduga volume spesifikasi di RAB tidak sesuai dalam kegiatan ini," tegas Yanto.

Senentara itu, Wahono selaku pengawas dari Dinas DSDABMBK, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, menanggapi prihal volume kegiatan hanya dikirim 4 mobil, Pihaknya menjawab pekerjaan dikatakan belum selesai, sisanya sedang dalam pengiriman.

Namun, saat ditanya ketika nanti hasil pengiriman hanya 4 mobil yang dikirim Kontraktor, apakah ada tindakan dari pihak Dinas, lalu Wahono tidak memberi penjelasan.

Sebelumnya, tim Media melakukan konfirmasi kepada Ical pelaksana di lapangan, ia menjelaskan, bahwa volume pekerjaan awal Panjang 275m x Lebar 4.5m Tinggi gelaran 0,03.

"Ada perubahan (CCO) jadi untuk volume di alihkan lebih pajang hampir 300, dengan lebar 3,5 dan tinggi tetap 0,03," katanya kepada Media, Kamis (18/11/2021).

Kemudian, Sahi selaku pengesub bahan material aspal (hotmix), dirinya membenarkan, kalau di lokasi ada perubahan volume lebar.

"Memang betul ada perubahan, Karena dilapangan lebar hanya dapet 3,5m pajang ditambahkan jadi 352 m, dan untuk tebal tetap 3cm," ungkapnya.

Lalu, Ketika ditanya berapa mobil pengiriman untuk pekerjaan ini, ia menjawab, hanya 4 mobil dengan kapasitas satu mobil berisi muatan 10,5 ton," ucap Sahi. (Tim/ST). 
 

TerPopuler