Hari Jadi ke-76, Pemkab Bekasi Perkuat Sinergi Pembangunan


 

Hari Jadi ke-76, Pemkab Bekasi Perkuat Sinergi Pembangunan

Sabtu, 15 Agustus

Kabupaten Bekasi, SUARA TOPAN - Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menghadiri Rapat Paripurna Tasyakuran dalam rangka Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi, yang digelar di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Sabtu (15/8). Rapat paripurna tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bekasi, unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi, para mantan kepala daerah, tokoh masyarakat, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Asep menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan pembangunan daerah sekaligus memberikan penghargaan kepada para pendahulu dan seluruh masyarakat yang telah memberikan kontribusi bagi kemajuan Kabupaten Bekasi. Memasuki usia ke-76, Kabupaten Bekasi dinilai terus berkembang dengan berbagai tantangan yang semakin beragam.

Menurutnya, perkembangan Kabupaten Bekasi tidak terlepas dari kerja bersama berbagai unsur, mulai dari DPRD, pemerintah daerah, dunia usaha hingga masyarakat. Oleh karena itu, apresiasi juga disampaikan kepada para pimpinan terdahulu yang telah memberikan pengabdian sekaligus meletakkan dasar-dasar pembangunan daerah.

“Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi setiap tahunnya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan daerah, sekaligus menghargai berbagai kontribusi yang telah diberikan oleh para pendahulu dan seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan rencana pengembangan desa dengan karakteristik budaya Sunda sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas daerah sekaligus mengembangkan potensi pariwisata Kabupaten Bekasi. Rencana tersebut diharapkan dapat menghadirkan ruang yang lebih dekat dengan budaya dan alam, sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan dari daerah lain untuk berkunjung ke Kabupaten Bekasi.

“Ke depannya, Kabupaten Bekasi direncanakan memiliki lima desa dengan karakteristik budaya Sunda. Mudah-mudahan ini bisa menjadi penanda bahwa Kabupaten Bekasi semakin dekat dengan budaya dan alam, sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan dari daerah lain,” ujar Asep.

Memasuki usia ke-76, Plt. Bupati mengajak seluruh pihak untuk menjadikan momentum Hari Jadi Kabupaten Bekasi sebagai kesempatan memperkuat komitmen dalam melanjutkan pembangunan. Berbagai capaian yang telah diraih patut disyukuri, sementara hal-hal yang masih perlu diperbaiki menjadi perhatian bersama untuk terus dibenahi.

Ia berharap di usia Kabupaten Bekasi yang ke-76, pembangunan daerah dapat terus bergerak ke arah yang lebih baik dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Selain mendorong kemajuan daerah, pemerintah juga akan terus berupaya meningkatkan kualitas serta mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan Kabupaten Bekasi semakin maju ke depannya, bisa menyejahterakan masyarakatnya, serta terus meningkatkan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan bahwa momentum Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 perlu menjadi kesempatan untuk menata kembali berbagai aspek pembangunan daerah dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Ia mendorong Kabupaten Bekasi untuk terus bergerak mewujudkan berbagai gagasan dan cita-cita pembangunan, sekaligus berani mengambil langkah yang tepat dan bijaksana dalam menghadapi tantangan daerah ke depan.

“Di momen Hari Jadi Kabupaten Bekasi ini, saatnya kita berani menata kembali Kabupaten Bekasi. Humanisme harus kembali dibangun. Teruslah melangkah untuk mewujudkan pikiran, gagasan, dan cita-cita Kabupaten Bekasi,” ujar Dedi.

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron, menilai kolaborasi antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bekasi menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan daerah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Baik DPRD dan pemerintah daerah memiliki peran yang saling melengkapi dalam penyusunan kebijakan, penganggaran, maupun pengawasan program pembangunan, sehingga komunikasi dan koordinasi perlu terus diperkuat.

“Kami di DPRD tentu akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Yang paling penting bagaimana kita bersama-sama mengawal pembangunan agar apa yang direncanakan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya. (*).
 

TerPopuler