![]() |
Empat Lawang, SUARA TOPAN - Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Empat Lawang kembali mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Selasa (22/9/2026), Gubernur Sumsel H. Herman Deru melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Jembatan Seleman Ulu dan Jembatan Napalan, sekaligus meninjau pemeliharaan berkala ruas Jalan Pagaralam–Tanjung Raya hingga Tanjung Raya–Batas Provinsi Bengkulu.
Kehadiran pembangunan dua jembatan tersebut disambut antusias masyarakat. Bagi warga, proyek ini bukan sekadar seremoni peletakan batu pertama, melainkan menyangkut kebutuhan dasar: bagaimana akses transportasi tetap terbuka, hasil pertanian dan perkebunan dapat diangkut lancar, serta aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu.
Bupati Empat Lawang, Dr. H. Joncik Muhammad, bersama masyarakat menyambut langsung kegiatan tersebut. Turut hadir Anggota DPRD Sumsel Persi, S.E., Ketua DPRD Empat Lawang Darli, S.H., jajaran Forkopimda, Kapolres, Dandim atau perwakilannya, Kajari, Dinas PU Provinsi Sumsel, serta jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Bukan Sekadar Jembatan, Ini Akses Hidup Masyarakat
Jembatan Seleman Ulu memiliki arti strategis bagi masyarakat Kecamatan Muara Pinang dan wilayah sekitarnya. Sebelumnya, akses di kawasan tersebut sempat terganggu serius akibat kerusakan jembatan.
Pada November 2025, jembatan darurat di Seleman Ulu diresmikan setelah akses penghubung Empat Lawang–Lahat terputus. Pemerintah Provinsi Sumsel kemudian merencanakan pembangunan jembatan permanen melalui APBD Provinsi Sumsel Tahun 2026.
Pembangunan jembatan permanen menjadi langkah penting untuk menjamin konektivitas. Bagi warga yang menggantungkan hidup pada pertanian dan perkebunan, kondisi jembatan dan jalan bukan hal sepele. Kerusakan akses berdampak langsung pada biaya angkut, waktu tempuh, distribusi hasil tani, hingga akses pendidikan dan pelayanan masyarakat.
Gubernur Sumsel H. Herman Deru menegaskan peran vital jembatan tersebut.
"Jembatan ini adalah urat nadi masyarakat. Kita bangun agar akses warga tidak terputus dan ekonomi bisa terus bergerak."
Pembangunan yang berhasil tidak hanya dinilai dari dimulainya pekerjaan, melainkan dipastikan selesai tepat waktu, berkualitas, dan bermanfaat jangka panjang.
Dua Jembatan Dibangun, Jalan Provinsi Ikut Diperiksa
Dalam kesempatan sama, Gubernur juga meninjau pemeliharaan ruas Jalan Pagaralam–Tanjung Raya hingga Tanjung Raya–Batas Provinsi Bengkulu. Jalur ini penting untuk konektivitas antardaerah.
Peninjauan langsung dilakukan agar perbaikan jalan tidak sekadar laporan tertulis, melainkan benar-benar dirasakan warga yang setiap hari menggunakannya untuk membawa hasil bumi, berdagang, bekerja, maupun mengakses layanan publik.
Masyarakat Menunggu Hasil Nyata, Bukan Seremoni
Antusiasme warga patut diapresiasi. Namun di balik itu, ada harapan lebih besar: proyek yang sudah dimulai benar-benar tuntas dan bermanfaat sesuai janji.
Groundbreaking hanyalah awal. Pemerintah Daerah dan Provinsi kini bertugas memastikan pembangunan berjalan transparan, sesuai spesifikasi teknis, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pengalaman terputusnya akses Seleman Ulu tahun lalu mengingatkan betapa vitalnya infrastruktur ini. Ketika akses putus, dampaknya dirasakan di perdagangan, pertanian, pendidikan, hingga kehidupan sosial.
Masyarakat Empat Lawang tidak hanya menunggu peresmian, melainkan jembatan yang kokoh, jalan yang layak, serta konektivitas yang menggerakkan perekonomian daerah.
Pada akhirnya, pembangunan bukan soal seberapa meriah proyek dimulai, melainkan seberapa besar manfaatnya saat digunakan masyarakat. Tugas pemerintah sekarang adalah membuktikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar simbol, melainkan awal hadirnya infrastruktur berkualitas dan tahan lama. (Yefri.s).
