Komisi II DPR-RI Study Banding Evaluasi E- KTP di Kota Bekasi

Komisi II DPR-RI Study Banding Evaluasi E- KTP di Kota Bekasi

Senin, 04 Oktober

Wali Kota Bekasi, Dr Rahmat Effendi dengan Wakil ketua Komisi II DPR-RI, bertukar Cinderamata dalam Kunker dan Study Banding di Kota Bekasi

Kota Bekasi, SUARA TOPAN - Kunjungan kerja atau Study Banding Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) bersama dengan Direktorat Jendral Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Disdukcapil) di Pemerintahan Kota Bekasi dalam rangka terkait Evaluasi E- KTP di Ruang Media Centre, Stadion Patriot Chandrabaga.


Ketua Tim sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung menjelaskan maksud dan tujuan untuk menanyakan sistem E-KTP yang ada di Kota Bekasi.

Dalam penyampaiannya ia mengungkapkan, bahwa melihat Kota Bekasi sudah cukup baik dalam pelayanan publik, dengan adanya Mall Pelayanan Publik, Sistem Pemantauan dari RT dan RW, hingga Proteksi data E-KTP sudah berjalan baik. Kota yang sudah tersistem dengan baik tinggal menjalankan berbagai macam elektronik media dengan memudahkan pelayanan warga. Sehingga pihaknya ingin mempelajari sistem terbaik di Kota Bekasi.

"Terima kasih atas penerimaan kunker kami di Kota Bekasi ini, hadir bersama kami, diantaranya pak Dirjen, Dirjen Dukcapil RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrullah SH MH, Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga, Sugeng Haryono, dan beberapa anggota Komisi II DPR RI," ujar Wakil Ketua komisi II DPR RI. 


Menurutnya, kunjungan kali ini mengambil Tema kunjungan spesifik yaitu seputar Elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP).

"Kami sudah mengunjungi beberapa daerah, karena dianggap perlu dicek secara terus menerus, masalah E-KTP merupakan masalah klasik di berbagai daerah, ketika timbul masalah baru biasanya karena database belum terintegrasi dengan baik. Melihat beberapa orang merasa tidak mendapatkan bantuan, dipihak lain malah dianggap selalu diuntungkan dan ketika dilihat lebih jauh ternyata hanya permasalahan database yang belum terupdate," terangnya.

Sebelum menutup sambutannya, pihaknya pun berharap agar sistem database harus terintegrasi dengan baik dimulai dari penataan sistem E-KTP terstruktur.

Kemudian, disampaikan Wali Kota Bekasi, Dr Rahmat Effendi bersama jajarannya menyambut kedatangan rombongan dengan mengucapkan salam harmonisasi.

Diterangkan juga, bahwa Kota Bekasi yang penuh multi etnik dari 24 juta jumlah penduduk dengan berbagai suku, agama, dan budaya.

"Salam ini merupakan salam yang mewakili Indonesia karena di Kota Bekasi ada berbagai suku dan adat. Selamat kepada yang terhormat DPR RI dan Dirjen Disdukcapil," ucap Wali Kota.

Kembali dijelaskan Wali Kota Bekasi, mengenai pelayanan yang ada di Kota Bekasi saat ini, Kota Bekasi sudah ada Mall Pelayanan Publik (MPP) dan 3 Gerai Pelayanan Publik (GPP) di beberapa titik yang strategis dengan fungsi pelayanan kepada warga, sehingga tidak harus mengurus kebutuhan datang ke kantor Dinas, karena sudah tersistem dan terkoordinasi melalui semua kantor untuk memudahkan warga.

Kemudian, Selain itu tiap RW terdapat Satuan Tugas (Satgas) Pamor yang turun langsung ke Warga untuk pelayanan di masing-masing wilayah jika ada kendala bisa langsung terhubung oleh Satgas Pamor.

Dalam kesempatan yang sama, Kadisdukcapil Kota Bekasi, Taufiq R. Hidayat memberikan paparan tekait Pelayanan yang ada di Kota Bekasi mengenai permasalahan yang terus muncul dan berulang seperti Calo atau pungli, perekeman biometrik dan Blanko yang terbatas.

Diterangkannya, di Kota Bekasi sudah ada aplikasi e-Open ( Elektronik Online Pelayanan Kependudukan) sesuai dengan Keputusan Wali Kota Nomor : 470Kep.609-Disdukcapil/XII/2020 hingga pendistribusian pelayanan di 12 Kecamatan, tidak tersentralisasi di Kantor Disdukcapil.

Lalu, acara dilanjutkan dengan dialog interaktif, foto bersama, dan tukar menukar Cinderamata antara Pemerintah Kota Bekasi dengan DPR-RI. (Red). 

TerPopuler