Plt. Bupati Bekasi Perkuat Komitmen Optimalisasi TPST Kertamukti Bersama World Bank

Plt. Bupati Bekasi Perkuat Komitmen Optimalisasi TPST Kertamukti Bersama World Bank

Rabu, 21 Oktober

Kabupaten Bekasi, SUARA TOPAN - Tingkatkan kualitas pengelolaan sampah di TPST Kertamukti, Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi dan jajaran Kepala Perangkat Daerah menerima audiensi tim Kementerian Pekerjaan Umum bersama World Bank dalam rangka Implementation Support Mission (ISM) program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities (ISWMP), bertempatdi Ruang Rapat KH. Mamun Nawawi Gedung Bupati Bekasi, Cikarang Pusat, Rabu (21/10).

Asep menyampaikan apresiasi kepada World Bank, Kementerian Pekerjaan Umum, dan seluruh pihak yang telah memberikan pendampingan melalui program ISWMP sejak 2022. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi bagian penting dalam mendukung pemerintah daerah membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, mulai dari penguatan infrastruktur hingga kesiapan operasional dan tata kelola.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah yang membutuhkan komitmen berkelanjutan. Oleh karena itu, optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kertamukti tidak cukup hanya berfokus pada penyelesaian pembangunan fisik dan penyediaan peralatan, tetapi juga harus diikuti dengan kesiapan kelembagaan, sumber daya manusia, pembiayaan operasional, pemeliharaan, serta prosedur kerja yang memadai.

“Kita perlu memastikan seluruh aspek pendukungnya dipersiapkan dengan baik, sehingga infrastruktur dan peralatan yang tersedia nantinya benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas perkembangan pekerjaan rehabilitasi dan optimalisasi TPST Kertamukti, termasuk kebutuhan penyelesaian pekerjaan fisik, kesiapan peralatan operasional, serta kelengkapan administrasi dan teknis yang mendukung pelaksanaan kontrak. Asep meminta perangkat daerah terkait bersama pihak pelaksana dan tim pendamping untuk mencermati kendala yang masih dihadapi, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap permasalahan memiliki langkah penyelesaian yang jelas.

Dengan manajemen kontrak dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan secara cermat, ia optimis proses optimalisasi berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Selain itu, pembagian tanggung jawab yang jelas antar pihak diperlukan untuk memastikan setiap pekerjaan dapat ditindaklanjuti secara terukur.

“Kita ingin setiap kendala yang ada dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusinya. Koordinasi dengan pemerintah pusat, tim pendamping, dan pihak pelaksana harus terus diperkuat,” katanya.

Asep juga menekankan pentingnya kesiapan pengelolaan setelah pekerjaan rehabilitasi dan optimalisasi selesai. Hal tersebut mencakup penguatan organisasi pengelola, penyusunan dan penerapan prosedur operasional, pemeliharaan peralatan, serta dukungan anggaran operasional. Kesiapan tersebut menjadi faktor penting agar TPST Kertamukti tidak hanya selesai dibangun atau diperbaiki, tetapi juga dapat berfungsi secara berkelanjutan.

Pada audiensi tersebut juga dibahas mengenai kesiapan operasional TPST Kertamukti yang masih memerlukan sejumlah tindak lanjut sebelum fasilitas dapat beroperasi secara penuh. Pemerintah daerah mendorong agar aspek-aspek yang belum terpenuhi terus diperbaiki secara bertahap, dengan melibatkan perangkat daerah terkait dan dukungan tim pendamping program ISWMP.

Di sisi lain, Pemkab Bekasi juga terus memperkuat dukungan kebijakan dan perencanaan pengelolaan sampah. Salah satunya melalui Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Sampah serta integrasi rencana induk pengelolaan sampah ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. Penguatan regulasi dan perencanaan tersebut diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengelolaan sampah yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Asep berharap hasil audiensi ini tidak berhenti pada evaluasi dan pembahasan teknis, tetapi menghasilkan kesepakatan mengenai langkah prioritas, pembagian tanggung jawab, serta target penyelesaian yang dapat dipantau bersama. Ia juga meminta perangkat daerah terkait melaporkan perkembangan tindak lanjut secara berkala agar berbagai kendala dapat segera ditangani.

“Kami ingin seluruh pihak memiliki komitmen yang sama, sehingga upaya peningkatan pengelolaan sampah ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung lingkungan Kabupaten Bekasi yang lebih baik,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Task Team Leader dan Co-Task Team Leader ISWMP, jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat beserta jajaran, serta pihak terkait lainnya. (*).
 

TerPopuler