Kabupaten Bekasi, SUARA TOPAN – Penyalahgunaan narkotika kini menjadi ancaman serius yang tidak lagi mengenal batas profesi, usia, maupun status sosial. Aparat penegak hukum, pelajar, pekerja, buruh, pegawai swasta hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki potensi yang sama untuk menjadi korban penyalahgunaan narkoba apabila tidak memiliki kesadaran dan ketahanan diri.
Berangkat dari kondisi tersebut, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bekasi terus memperkuat langkah pencegahan melalui program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Salah satu upaya nyata diwujudkan dengan menggelar sosialisasi bahaya narkoba yang dilanjutkan dengan pemeriksaan tes urine bagi para pegawai di lingkungan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 5 Juni 2026, tersebut merupakan bagian dari program kerja BNK Kabupaten Bekasi sekaligus menindaklanjuti surat permohonan dari DSDABMBK Kabupaten Bekasi agar dilakukan edukasi serta deteksi dini terhadap seluruh pegawai.
Program ini juga diinisiasi oleh Kepala Bidang Pembangunan Jalan DSDABMBK yang sekaligus menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris BNK Kabupaten Bekasi, Dede Chairul, ST., MT., sebagai bentuk komitmen membangun lingkungan kerja pemerintahan yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan diawali usai pengajian rutin internal dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris DSDABMBK Kabupaten Bekasi, Denny Rusnandi, ST., MM. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh ASN untuk menjaga integritas serta menjadikan diri sebagai teladan dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.
Selanjutnya, Kepala Bidang Pencegahan BNK Kabupaten Bekasi, Susilo Budianto, memberikan pemaparan mengenai berbagai modus peredaran narkoba yang kini semakin berkembang, dampak penyalahgunaan terhadap kesehatan, kehidupan sosial, hingga ancaman hukum yang dapat menjerat para pelaku.
Ia menegaskan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk ASN yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik.
Menurutnya, langkah deteksi dini melalui tes urine merupakan bagian penting dari upaya preventif. Tes urine bukan semata mencari kesalahan, melainkan memastikan lingkungan kerja pemerintahan tetap sehat, profesional, dan bebas dari pengaruh narkoba.
BNK Kabupaten Bekasi juga memastikan kegiatan serupa akan dilaksanakan secara bertahap hingga ke seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di bawah DSDABMBK agar budaya kerja bersih narkoba dapat terbentuk secara menyeluruh.
Melalui kegiatan ini, BNK Kabupaten Bekasi berharap semakin banyak perangkat daerah yang mengikuti langkah serupa sehingga tercipta ASN yang berintegritas, produktif, dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba.
Pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibanding penindakan semata. Edukasi yang berkesinambungan, disertai pengawasan dan deteksi dini, menjadi strategi penting dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintahan.
BNK Kabupaten Bekasi optimistis kolaborasi seluruh perangkat daerah akan memperkuat gerakan mewujudkan birokrasi yang bersih dari narkoba, sekaligus mendukung visi Kabupaten Bekasi Bangkit, Maju, dan Sejahtera. (Red).
ASN Bersih dari Narkoba, BNK Kabupaten Bekasi Gelar Sosialisasi P4GN
