Plt. Bupati Jenguk Korban Kecelakaan Kereta Api di RSUD Kota Bekasi, Pastikan Penanganan Berjalan Optimal


 

Plt. Bupati Jenguk Korban Kecelakaan Kereta Api di RSUD Kota Bekasi, Pastikan Penanganan Berjalan Optimal

Kamis, 30 April

Kota Bekasi, SUARA TOPAN - Suasana haru simpan ruang perawatan intensif RSUD Kota Bekasi, Kamis (30/4), ketika Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja hadir langsung menjenguk para korban kecelakaan kereta api Stasiun Bekasi Timur, dengam didampingi Direktur Utama RSUD Kabupaten Bekasi, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, serta Baznas Kabupaten Bekasi. Kunjungan tersebut menjadi simbol kehadiran pemerintah di tengah luka dan duka yang dirasakan para korban dan keluarga.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi hadir bukan hanya untuk memastikan pelayanan medis berjalan baik, tetapi juga memberikan kekuatan moril bagi para korban dan keluarga yang sedang menghadapi masa sulit ini,” ujar Asep.

Di sela-sela peninjauan, Plt. Bupati menyapa satu per satu korban, berbincang dengan keluarga, dan menyimak langsung kondisi mereka dari tim medis yang bertugas.

“Ada 11 korban yang saat ini masih menjalani perawatan, dan satu di antaranya tengah menjalani operasi. Kami terus menyatukan kondisi mereka agar mendapatkan penanganan maksimal,” katanya.

Dalam kunjungannya, ia menemui beberapa korban yang dilaporkan telah menunjukkan perkembangan positif dan diperbolehkan kembali ke rumah setelah kondisi mereka membaik. Namun, tragedi ini tetap meninggalkan luka yang mendalam, terutama bagi keluarga korban yang kehilangan orang-orang tercinta.

"Sebagian korban sudah mulai pulih dan pulang ke rumah. Ini menjadi harapan bagi kita semua, namun kita juga ikut berduka atas korban yang meninggal di dunia," ungkapnya.

Berdasarkan data sementara, dari total korban asal Kabupaten Bekasi, sebanyak 12 orang dinyatakan meninggal di dunia dari 16 korban yang teridentifikasi. Selain itu, terdapat tiga korban lain yang identitasnya masih dalam proses pendataan.

"Kami mencatat ada 12 warga Kabupaten Bekasi yang meninggal dunia. Ini menjadi duka mendalam bagi kita semua. Kami juga masih berupaya memastikan identitas korban lainnya," jelas Asep.

Sebagai bentuk tanggung jawab keberlanjutan, Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan bahwa seluruh korban akan mendapatkan layanan kesehatan lanjutan, termasuk pengobatan dan kontrol pascakejadian di RSUD Kabupaten Bekasi. Hal ini dilakukan untuk menjamin proses pemulihan berjalan optimal tanpa membebani korban dan keluarga.

“Nantinya, seluruh korban akan kami fasilitasi untuk melanjutkan pengobatan dan kontrol kesehatan di RSUD Kabupaten Bekasi agar proses pemulihan mereka dapat terus terpantau dengan baik,” ucapnya.

Kehadiran pemerintah daerah di tengah tragedi ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap peristiwa, ada tanggung jawab kemanusiaan yang harus dilakukan dengan sepenuh hati. Duka mungkin belum sirna, namun solidaritas dan kepedulian menjadi kekuatan untuk bangkit bersama.

"Kami ingin memastikan bahwa para korban tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah akan terus hadir, mendampingi, dan membantu hingga mereka benar-benar pulih." tutup Asep. (*).
 

TerPopuler