![]() |
Kabupaten Bekasi, SUARA TOPAN - Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan pentingnya peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di RSUD Kabupaten Bekasi. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pembukaan Survei Akreditasi RSUD Kabupaten Bekasi oleh Lembaga Penyelenggara Akreditasi Quantum Indonesia (LARSQI), bertempat di RSUD Kabupaten Bekasi, Kecamatan Cibitung, Kamis (8/10).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Direktur RSUD Kabupaten Bekasi beserta jajaran manajemen, serta tim surveyor LARSQI selaku tim penilai akreditasi. Dalam rangkaian kegiatan, survei meliputi pembukaan, wawancara pimpinan dan manajemen, hingga telusur fasilitas dan individu di lingkungan RSUD Kabupaten Bekasi.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan survei akreditasi sebagai bagian dari upaya memastikan pelayanan kesehatan yang diberikan RSUD kepada masyarakat memenuhi standar mutu dan mengutamakan keselamatan pasien.
“Bagi kami, akreditasi bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, tetapi merupakan bagian penting dari upaya memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat senantiasa memenuhi standar mutu dan mengutamakan keselamatan pasien,” ujarnya.
Ia menerangkan bahwa RSUD Kabupaten Bekasi memiliki peran penting sebagai salah satu fasilitas rujukan utama bagi masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan perlu menjadi komitmen bersama dan dilakukan secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus memberikan dukungan terhadap penguatan RSUD, baik dari sisi kebijakan, sarana dan prasarana, maupun pengembangan sumber daya manusia. Dukungan tersebut diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Harapannya, RSUD Kabupaten Bekasi mampu memberikan pelayanan yang semakin profesional, responsif, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan serta keselamatan masyarakat,” katanya.
Kepada tim surveyor LARSQI, ia berharap proses survei dapat berjalan secara objektif, terbuka, dan konstruktif. Ia juga meminta agar seluruh jajaran RSUD dapat menerima setiap masukan dari proses akreditasi sebagai bahan evaluasi dan perbaikan pelayanan.
Ia berpesan kepada seluruh jajaran manajemen dan tenaga kesehatan RSUD agar mengikuti rangkaian survei dengan penuh keterbukaan dan tanggung jawab, serta menunjukkan berbagai upaya yang telah dilakukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
“Yang terpenting, apa pun hasil dari proses akreditasi ini, budaya mutu dan keselamatan pasien benar-benar menjadi bagian dari keseharian seluruh jajaran RSUD Kabupaten Bekasi,” pungkasnya. (*).
